17 Desember 2009 oleh ahemseff

Oleh: Al Ustadz Ja’far Shalih
Puasa selain merupakan ibadah yang mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mengandung sekian banyak manfaat yang lain. Dengan berpuasa seseorang dapat mengendalikan syahwat dan hawa nafsunya. Dan puasa juga menjadi perisai dari api neraka. Puasa juga dapat menghapus dosa-dosa dan memberi syafaat di hari kiamat. Dan puasa juga dapat membangkitkan rasa solidaritas kemanusiaan, serta manfaat lainnya yang sudah dimaklumi terkandung pada ibadah yang mulia ini.
Pada bulan Muharram ada satu hari yang dikenal dengan sebutan hari ‘Asyura. Orang-orang jahiliyah pada masa pra Islam dan bangsa Yahudi sangat memuliakan hari ini. Hal tersebut karena pada hari ini Allah Subhanahu wa Ta’ala selamatkan Nabi Musa ‘alaihissalam dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya. Bersyukur atas karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadanya, Nabi Musa ‘alaihissalam akhirnya berpuasa pada hari ini. Tatkala sampai berita ini kepada Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wassalam, melalui orang-orang Yahudi yang tinggal di Madinah beliau bersabda,
فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوْسَى مِنْكُمْ
“Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi)”.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Dunia Muda, Fiqh, Ibadah, Ilmu, Puasa | 2 Komentar »
13 Desember 2009 oleh ahemseff

Oleh
Dr. Abdullah bin Umar Ad-Dumaiji
Sesungguhnya penyakit yang paling besar serta mematikan yang menimpa hati manusia, serta dapat menjadikan amalan-amalan sia-sia, juga merusak seluruh perbuatan manusia serta melahirkan kekerasan dan kekejian adalah Riya dan Ujub.
Riya : adalah bagian dari perbuatan syirik mensekutukan Allah, sementara Ujub (Al-’Alamah As-Safarini menyebutkan perbedaan yang mendetail antara ujub dan takabur, bagi yang berkeinginan lihat bukunya Ghadza ‘ Al-Albab 2/222) : adalah bagian dari perbuatan syirik terhadap diri sendiri, kedua sikap ini menyatu pada diri orang yang takabur. [Majmu 'Al-Fatawa 10/277]
Banyak nash-nash yang mencela kedua sikap ini antara lain.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Haritsah bin Wahab :
“Artinya : Maukah kalian aku beritakan tentang penghuni neraka ; yaitu setiap orang yang berperangai jahat serta kasar (Lihat An-Nihayah 3/180), orang gemuk yang berlebih-lebihan dalam berjalannya (Lihat pula An-Nihayah 1/416), dan orang-orang yang sombong”. [Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam Tafsir surat Al-Qalam 4918 8/530, At-Tirmidzi bab Jahannam 13, Ibnu Majah bab Zuhud 4, Ahmad dalam Musnadnya 2/169, 214 dan 4/175-306]
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Dunia Muda, Ilmu, Renungan | Leave a Comment »
13 Desember 2009 oleh ahemseff
PENDAHULUAN
Pesantren Islam Al-Irsyad adalah salah satu wadah pendidikan Islam yang menggabungkan ilmu-ilmu keislaman dengan ilmu-ilmu umum dalam rangka mencetak generasi Islam yang kokoh dan berkualitas serta tanggap terhadap perubahan zaman. Kondisi per- ubahan zaman yang begitu cepat dan cenderung mengarah pada perkara yang negatif dari sisi akhlak dan aspek diniyyah (keagamaan) secara umum, membawa konsekuensi bagi umat Islam untuk dapat melahirkan generasi robbani yang mampu membimbing dan meng- ajak masyarakat untuk lebih mengenal Allah, Nabi-Nya, serta ke-indahan agama Islam yang lurus. Dengan memohon taufik dari Allah, Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran berupaya mengemban tugas yang agung ini dengan menyelenggarakan program-program pendidikan sebagai wujud nyata dalam upaya memberikan sumbangan yang berharga untuk Islam dan kaum muslimin. Posisi Pesantren yang secara geografis terletak di lereng Gunung Merbabu yang berudara sejuk dan dingin, tentunya diharapkan juga dapat mendukung proses kegiatan belajar mengajar yang optimal.
KEUNGGULAN
- Lanjut Baca »
Ditulis dalam Ilmu | 2 Komentar »
2 Desember 2009 oleh ahemseff
Oleh
Syaikh Dr. Abdussalam bin Salim As-Suhaimi
Telah dimaklumi bersama bahwa seruan untuk mengikuti salaf atau dakwah kepada salafiyah tidak lain merupakan dakwah kepada Islam yang benar. Dan kembali kepada sunnah yang murni merupakan seruan untuk kembali kepada Islam seperti yang diturunkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan diajarkan kepada para sahabat yang mulia Radhiyallahu ‘anhum. Maka tidaklah ragu bahwa dakwah ini adalah dakwah yang benar sehingga menisbatkan diri kepadanya adalah benar.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam 'Aqidah, Ilmu, Qur-an | Leave a Comment »
28 November 2009 oleh ahemseff
Tanya: Syaikh yang terhormat, tidak asing bagi anda, tentang banyaknya kelompok dan jamaah-jamaah sesat di Afghanistan pada waktu itu, yang sangat disayangkan berhasil menebarkan ideologinya yang menyimpang dari manhaj salafushsholeh kepada para pemuda salafy yang berjihad di Afghanistan, di antara pemikiran-pemikiran itu adalah pengafiran pemerintah, dan menghidupkan kembali sunnah-sunnah yang telah ditinggalkan seperti penculikan, sebagaimana yang mereka dakwakan dan sekarang ini setelah para pemuda salafy, kembali ke negara mereka masing-masing setelah berjihad, sebagian mereka menyebarkan pemikiran dan syubhat tersebut di masyarakat mereka, dan kami telah mengetahui bahwa telah terjadi diskusi panjang antara anda dan salah seorang ikhwan seputar masalah pengafiran, dan karena jeleknya rekaman diskusi tersebut, kami mengharap penjelasan dari anda seputar masalah ini, wa jazakumullahu khairan.
Jawab:………
Lanjut Baca »
Ditulis dalam 'Aqidah | 2 Komentar »
28 November 2009 oleh ahemseff
1. Mengerjakan Perintah Allah,
Karena Rabb kita udah nyuruh kita untuk tholabul ilmi ini . Allah berfirman :
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا الله))
“Maka ilmui lah, bahwasanya tak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah” (Muhammad:19)
2. Menghilangkan Kebodohan dari diri kita dan orang lain
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda “Sampaikanlah dariku, meski hanya satu ayat!”
Imam Ahmad ketika berkata ” Ilmu itu tidak ada tandingannya bagi orang yang lurus niatnya” ditanya oleh sahabat beliau ” Bagaimana caranya?” ” Dengan berniat menghilangkan kebodohan dari dirinya dan orang lain” timpal beliau.
3. Menjaga Syariat Islam
Karena menjaga dien ini dengan cara mempelajarinya, menghafalnya baik dalam dada kita maupun dalam tulisan. Bayangin aja kalo semua orang ‘jahil’ akan agamanya, agama ini akan punah!
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Dunia Muda, Renungan | Leave a Comment »
27 November 2009 oleh ahemseff
Menginjak kesalahan-kesalahan (bid’ah-bid’ah) dalam majelis, di antaranya :
1. Ra’isul majelis (pemimpin majlis) mengajak jama’ah (ahli majelis) membaca atau mengucapkan basmalah secara bersama-sama, dengan suara yang jahr (keras) dalam rangka membuka majelis.(1) Termasuk pula membaca Al-Fatihah pada permulaan majelis sebagai pembuka.
2. Membuka majelis dengan senantiasa melazimkan tilawah Al-Qur’an, yakni dengan cara menyuruh seseorang membaca ayat dari Al-Qur’an.(2) Mengenai hal ini, dalam kitab Al-Bida’(3), Syaikh Muhammad bin Shalih ‘Utsaimin rahimahullah, ditanya sebagai berikut :
Pertanyaan : Pembukaan muhadharah (ceramah) dan nadwah (pertemuan) dengan membaca sesuatu dari Al-Qur’an, apakah termasuk perkara yang disyari’atkan?
Jawab : Saya tak mengetahui sunnah yang demikian dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, padahal Nabi ‘alaihi sholatu wa salam pernah mengumpulkan para sahabatnya ketika hendak perang atau ketika hendak membahas perkara penting kaum muslimin, tidaklah aku ketahui, bahwa Nabi membuka pertemuan tersebut dengan sesuatu dari Al-Qur’an. Akan tetapi jika pertemuan atau muhadharah tersebut mengambil suatu tema/bahasan tertentu dan ada seseorang yang ingin membaca sesuatu dari Al-Qur’an yang ada hubungannya dari bahasan tema tersebut untuk dijadikannya sebagai pembuka, maka tidaklah mengapa. Dan adapun menjadikan pembukaan suatu pertemuan atau muhadharah dengan ayat Al-Qur’an secara terus menerus seolah-olah sunnah yang dituntunkan, maka yang demikian ini adalah tidak layak diamalkan.(4)
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Ilmu, Renungan | 1 Komentar »
27 November 2009 oleh ahemseff
Jumhur ulama mengatakan bahwa isbal jika tidak disertai dengan kesombongan, maka hukumnya tidak sampai pada derajat haram. Paling berat adalah makruh/tercela. Sebagian ulama yang lain mengatakan bahwa isbal itu haram secara mutlak, baik dengan atau tanpa kesombongan. Saya ingin mengajak teman-teman mencermati keseluruhan hadits (walau di sini nanti saya tidak menyebutkan keseluruhannya – namun hanya berkisar pada sebagian besarnya saja) yang berbicara mengenai sifat pakaian, khususnya dalam bahasan isbal. Di sini saya lebih condong pada pendapat yang mengatkan bahwa isbal haram secara mutlak. Berikut penjelasannya :
1. Hadits Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu
عن أبي هريرة رضى الله تعالى عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال ما أسفل من الكعبين من الإزار ففي النار
Dari Abi Hurairah radliyallaahu ta’ala ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bahwasannya beliau bersabda : “Apa-apa yang berada di bawah mata kaki dari kain, maka tempatnya adalah di neraka” [HR. Al-Bukhari nomor 5450, Ahmad nomor 9936, Abdurrazzaq nomor 19987, dan yang lainnya].
Abul-Jauzaa’ berkata :
“Hadits ini bermakna umum, yaitu bahwa segala sesuatu dari kain yang dikenakan yang melebihi mata kaki adalah berdosa dan tempatnya di nereka (akibat dosa tersebut). Di sini tidak ditunjukkan pembatasan (taqyid) atas kesombongan. Objek yang dituju oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam adalah pakaian. Bukan pelakunya secara langsung”.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Hadeth | Leave a Comment »
27 November 2009 oleh ahemseff

Potong Kuku

Cukur Rambut
Pertanyaan
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya : Ada seseorang yang akan menyembelih hewan kurban hanya untuk dirinya saja. Atau hendak berkurban untuk dirinya dan kedua orang tuanya. Bagaimana hukum memotong rambut dan kuku baginya pada hari-hari di antara sepuluh hari pertama Dzulhijjah? Apa hukumnya bagi perempuan yang rambutnya rontok ketika di sisir? Dan bagaimana pula hukumnya kalau niat akan berkurban itu baru dilakukan sesudah beberapa hari dari sepuluh hari pertama Dzulhijjah, sedangkan sebelum berniat ia sudah memotong rambut dan kukunya?
Sejauh mana derajat pelanggaran kalau ia memotong rambut atau kukunya dengan sengaja sesudah ia berniat berkurban untuk dirinya atau kedua orang tuanya atau untuk kedua orang tua dan dirinya? Apakah hal ini berpengaruh terhadap kesahan kurban?
Jawaban
Diriwayatkan dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda.
“Artinya : Apabila sepuluh hari pertama (Dzulhijjah) telah masuk dan seseorang di antara kamu hendak berkurban, maka janganlah menyentuh rambut dan kulitnya sedikitpun” [Riwayat Muslim]
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Fiqh | Leave a Comment »
26 November 2009 oleh ahemseff
Oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Atsari
Telah meriwayatkan Abu Daud (1070), An-Nasa’i (3/194), Ibnu Majah (1310), Ibnu Khuzaimah (1461), Ad-Darimi (1620) da Ahmad (4/372) dari Iyas bin Abi Ramlah Asy-Syami ia berkata. “Aku menyaksikan Mua’wiyah bin Abi Sufyan bertanya kepada Zaid bin Arqam, ia berkata : “Apakah engkau pernah menyaksikan bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemunya dua hari raya pada satu hari ?”
Zaid berkata : “Ya”
Mu’awiyah berkata : “Lalu apa yang beliau lakukan ?”
Zaid menjawab : “beliau shalat Id kemudian memberi keringanan (rukhshah) untuk shalat Jum’at,
beliau bersabda : “Siapa yang ingin shalat maka shalatlah”[1]
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Hadeth | 1 Komentar »